Fitri & Rangga — adat di Rumah Tuo Rantau Panjang
Akad di rumah adat berusia ratusan tahun, dengan prosesi yang dipandu tetua kampung dan hanya 120 tamu.
- Pasangan
- Fitri & Rangga
- Lokasi
- Merangin
- Tanggal
- 14 Februari 2026
- Jumlah tamu
- 120 orang
Menggelar akad di rumah adat berarti menerima bahwa bangunannya punya aturannya sendiri. Lantai kayu tidak boleh dibebani berlebihan, jumlah orang di dalam dibatasi, dan tidak ada yang boleh dipaku ke dinding. Semua batasan itu justru menyederhanakan banyak keputusan.
Dekorasi seminimal mungkin
Praktis tidak ada dekorasi di dalam rumah selain kain tenun yang digelar dan rangkaian bunga di dua sudut. Semua elemen berdiri sendiri, tanpa menempel ke struktur bangunan. Perhatian dipindahkan ke halaman, tempat tamu berkumpul dan jamuan disajikan.
Prosesi dipandu tetua kampung, bukan MC. Ritmenya lebih lambat dan sesekali berhenti untuk penjelasan — sesuatu yang ternyata disukai tamu muda yang baru pertama kali melihat rangkaian adat secara utuh.
“Kami hanya mengatur waktu dan lalu lintas orang. Urusan adatnya diserahkan ke yang memang berhak memandu.”
Logistik ke lokasi yang jauh
Karena lokasinya jauh dari pusat kota, semua kebutuhan dibawa dalam satu kali angkut sehari sebelumnya, termasuk air bersih tambahan dan genset. Tim dokumentasi menginap di kampung agar tidak bergantung pada perjalanan pagi yang rawan molor. Biayanya bertambah sekitar tiga juta, dan itu dianggap harga wajar untuk ketenangan di hari-H.
Cerita lainnya
Semua inspirasi →Kota Jambi · 16 Agustus 2026 · 450 tamu
Sekar & Fajar — adat Melayu di Pendopo Seloko
Berarak diiringi kompang, pelaminan kuning keemasan, dan 450 tamu di halaman pendopo. Adat penuh tanpa terburu-buru.
Lihat ceritanya →Kota Sungai Penuh · 25 Juli 2026 · 80 tamu
Maya & Rizal — intimate di ketinggian Kerinci
Delapan puluh tamu, kabut yang datang tepat waktu, dan upacara di halaman rumput menghadap lembah Kerinci.
Lihat ceritanya →Kota Jambi · 13 Juni 2026 · 220 tamu
Putri & Arga — garden party di tepi Danau Sipin
Resepsi sore di tepi danau, meja panjang di bawah pohon, dan matahari yang turun tepat saat dansa pertama.
Lihat ceritanya →