Adat Melayu Jambi

Fitri & Rangga — adat di Rumah Tuo Rantau Panjang

Akad di rumah adat berusia ratusan tahun, dengan prosesi yang dipandu tetua kampung dan hanya 120 tamu.

Fitri & Rangga — adat di Rumah Tuo Rantau Panjang
Pasangan
Fitri & Rangga
Lokasi
Merangin
Tanggal
14 Februari 2026
Jumlah tamu
120 orang

Menggelar akad di rumah adat berarti menerima bahwa bangunannya punya aturannya sendiri. Lantai kayu tidak boleh dibebani berlebihan, jumlah orang di dalam dibatasi, dan tidak ada yang boleh dipaku ke dinding. Semua batasan itu justru menyederhanakan banyak keputusan.

Dekorasi seminimal mungkin

Praktis tidak ada dekorasi di dalam rumah selain kain tenun yang digelar dan rangkaian bunga di dua sudut. Semua elemen berdiri sendiri, tanpa menempel ke struktur bangunan. Perhatian dipindahkan ke halaman, tempat tamu berkumpul dan jamuan disajikan.

Prosesi dipandu tetua kampung, bukan MC. Ritmenya lebih lambat dan sesekali berhenti untuk penjelasan — sesuatu yang ternyata disukai tamu muda yang baru pertama kali melihat rangkaian adat secara utuh.

“Kami hanya mengatur waktu dan lalu lintas orang. Urusan adatnya diserahkan ke yang memang berhak memandu.”
— Merangin Wedding Planner

Logistik ke lokasi yang jauh

Karena lokasinya jauh dari pusat kota, semua kebutuhan dibawa dalam satu kali angkut sehari sebelumnya, termasuk air bersih tambahan dan genset. Tim dokumentasi menginap di kampung agar tidak bergantung pada perjalanan pagi yang rawan molor. Biayanya bertambah sekitar tiga juta, dan itu dianggap harga wajar untuk ketenangan di hari-H.

Dokumentasi Fitri & RanggaDokumentasi Fitri & Rangga

Cerita lainnya

Semua inspirasi →