Lia & Anggi — rustic di halaman rumah Batanghari
Resepsi rumahan yang tidak berusaha jadi acara gedung. Tenda, kayu, dan tetangga yang ikut membantu sejak subuh.
- Pasangan
- Lia & Anggi
- Lokasi
- Batanghari
- Tanggal
- 18 April 2026
- Jumlah tamu
- 300 orang
Resepsi di halaman rumah punya kelebihan yang tidak bisa dibeli: seluruh kampung terlibat. Lia dan Anggi tidak mencoba menyembunyikan itu di balik konsep yang dipinjam dari gedung, dan justru itu yang membuat acaranya terasa utuh.
Material yang memang ada di sekitar
Dekorasi dibangun dari kayu, bambu, dan kain tenun — bukan karena sedang tren rustic, tapi karena itu yang tersedia dan bisa dikerjakan bersama. Pelaminan memakai rangka kayu dengan latar anyaman bambu, dan lampu gantung dipasang melintang di atas area tamu.
- Tenda dipasang dua hari sebelumnya, memberi waktu menyesuaikan tata letak setelah melihat bentuk akhirnya.
- Meja tamu memakai kayu tanpa taplak penuh, hanya pelari kain tenun.
- Bunga diambil dari kebun sekitar dan dirangkai pagi hari agar masih segar saat tamu datang.
Yang tetap perlu dibayar
Resepsi rumahan hemat di banyak pos, tapi ada tiga yang sebaiknya tidak dipangkas: listrik, dokumentasi, dan tempat duduk. Genset cadangan disewa karena daya rumah tidak cukup menopang lampu dan sound bersamaan. Kursi disewa berlebih tiga puluh unit — dan semuanya terpakai.
“Acara rumahan itu paling seru dan paling menantang. Yang paling sering terlewat bukan dekornya, tapi listriknya.”
Cerita lainnya
Semua inspirasi →Kota Jambi · 16 Agustus 2026 · 450 tamu
Sekar & Fajar — adat Melayu di Pendopo Seloko
Berarak diiringi kompang, pelaminan kuning keemasan, dan 450 tamu di halaman pendopo. Adat penuh tanpa terburu-buru.
Lihat ceritanya →Kota Sungai Penuh · 25 Juli 2026 · 80 tamu
Maya & Rizal — intimate di ketinggian Kerinci
Delapan puluh tamu, kabut yang datang tepat waktu, dan upacara di halaman rumput menghadap lembah Kerinci.
Lihat ceritanya →Kota Jambi · 13 Juni 2026 · 220 tamu
Putri & Arga — garden party di tepi Danau Sipin
Resepsi sore di tepi danau, meja panjang di bawah pohon, dan matahari yang turun tepat saat dansa pertama.
Lihat ceritanya →