Rina & Yoga — akad pagi dan jamuan keluarga di Bungo
Enam puluh tamu, satu meja panjang, dan keputusan berani untuk meniadakan pelaminan sama sekali.
- Pasangan
- Rina & Yoga
- Lokasi
- Bungo
- Tanggal
- 24 Januari 2026
- Jumlah tamu
- 60 orang
Rina dan Yoga menghapus satu hal yang hampir selalu ada di resepsi Indonesia: pelaminan. Tanpa panggung, tidak ada barisan tamu menunggu giliran foto, dan tidak ada dua orang yang duduk terpisah dari semua orang selama tiga jam.
Satu meja panjang untuk semua
Enam puluh tamu duduk di satu meja panjang berbentuk U. Pengantin duduk di tengah salah satu sisi, bukan di kepala meja. Jamuan disajikan bertahap, dan percakapan berjalan sendiri tanpa perlu dipandu MC.
- Akad pukul delapan pagi, jamuan langsung menyambung sampai tengah hari.
- Tidak ada sesi hiburan formal; musik hanya latar dari satu gitar akustik.
- Souvenir berupa batik Tebo dalam kemasan kecil, diserahkan langsung oleh pengantin saat tamu pamit.
Dokumentasi yang menyesuaikan
Tanpa pelaminan, tidak ada titik tetap untuk memotret. Fotografer dan tim konten bekerja lebih banyak secara candid, berpindah mengikuti percakapan. Hasilnya lebih hidup, tapi menuntut tim yang terbiasa — ini bukan format untuk vendor yang mengandalkan pose berurutan.
“Acara tanpa pelaminan itu justru lebih sulit direkam, tapi hasilnya paling jujur. Semua orangnya benar-benar sedang berbicara, bukan sedang berpose.”
Cerita lainnya
Semua inspirasi →Kota Sungai Penuh · 25 Juli 2026 · 80 tamu
Maya & Rizal — intimate di ketinggian Kerinci
Delapan puluh tamu, kabut yang datang tepat waktu, dan upacara di halaman rumput menghadap lembah Kerinci.
Lihat ceritanya →Kota Jambi · 16 Agustus 2026 · 450 tamu
Sekar & Fajar — adat Melayu di Pendopo Seloko
Berarak diiringi kompang, pelaminan kuning keemasan, dan 450 tamu di halaman pendopo. Adat penuh tanpa terburu-buru.
Lihat ceritanya →Kota Jambi · 13 Juni 2026 · 220 tamu
Putri & Arga — garden party di tepi Danau Sipin
Resepsi sore di tepi danau, meja panjang di bawah pohon, dan matahari yang turun tepat saat dansa pertama.
Lihat ceritanya →